fenomena MEME sebagai proses komunikasi

FENOMENA MEME SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI

Sudah tidak asing lagi bagi kita bahwa media sosial sekarang ini memang berkembang cukup pesat, dari mulai facebook,twitter,path sampai instagram sudah banyak digunakan hampir seluruh masyarakat dunia. Media sosial kini sudah menjadi konsumsi wajib bagi kebanyakan masyarakat untuk berkomunikasi. Salah satu hal yang kerap muncul di media sosial dan menjadi viral adalah meme. Meme merupakan penyampaian suatu informasi, gagasan, kritik yang dimodifikasi ke dalam bentuk komunikasi visual (gambar). Sudah banyak masyarakat indonesia khususnya yang dapat membuat meme dengan kreatif,menarik, dan lucu. Ada yang sekedar untuk hiburan atau lelucon dan ada juga yang bernada kritikan. Pembuatan meme biasanya bergantung pada fenomena sosial yang bersifat kekinian atau terbaru. Meme yang demikian tentunya sangat digandrungi karena berkaitan dengan kondisi sosial yang sedang terjadi di masyarakat . Adanya meme membuat masyarakat lebih mudah memahami suatu informasi, karena penyampaian pesan lewat meme lebih menarik dan tentunya menghibur. Meme sekarang sudah menjadi salah satu dari proses komunikasi tidak hanya  one step flow of communication (komunikasi satu arah), tetapi two step flow of communication (dua arah) atau bahkan multi step flow of communication (banyak tahap). Karena di era sekarang ini yang mampu menyebarkan informasi atau berita tidak hanya wartawan atau para pencari berita saja, tetapi semua masyarakat bisa menyampaikan informasi atau berita dengan menggunakan media sosial yang mudah tersebar. Mudahnya meme tersebar di media sosial membuktikan bahwa sudah banyak nya masyarakat yang menggunakan media sosial untuk berkomunikasi. Banyak masyarakat indonesia yang sering menyampaikan kritiknya melalui meme karena lebih lucu dan menghibur, dampak sebuah meme juga berpengaruh dalam sebuah opini publik dengan bantuan media sosial yang penuh keterbukaan, maka sebuah meme yang telah di-share atau di-posting bisa tersebar cepat dan luas kepada para pengguna media sosial . Para penikmat meme yang banyak menggunakan media sosial memaknai meme sebagai hiburan untuk menghilangkan kejenuhan maupun mengurangi beban pikiran,mengembangkan imajinasi dengan membuat cerita lucu, mengetahui informasi baru secara tidak langsung mengenai fenomena sosial yang ada, dan lain sebagainya. Bagi para kreator, tentu membuat mereka dapat mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Selain itu, meme yang mereka buat dengan kreatifitas apabila menjadi viral akan mebuat para kreator bangga karena hasil kreatifitasnya dapat dinikmati banyak orang. Tetapi akan menjadi hal yang buruk apabila pembuatan meme dimaksudkan untuk menjatuhkan seseorang atau menggunakan tema yang tidak tepat, seperti bencana alam atau seseorang yang terkena musibah yang dijadikan sebagai meme. Penyampaian informasi,kritik atau berita menggunakan media meme membuktikan bahwa media sosial tidak hanya digunakan untuk hal-hal yang bersifat untuk kepentingan pribadi saja, tetapi dapat juga digunakan untuk hal-hal yang informatif serta menghibur. meme yang dibuat dengan maksud mengkritik yang biasanya ditujukan kepada politikus sebenarnya juga sangat positif, karena meme kebanyakan dibuat oleh anak-anak muda. Hal itu membuktikan bahwa anak-anak muda jaman sekarang masih peka terhadap persoalan-persoalan yang ada di indonesia. Selain itu, cara berkomunikasi melalui meme ini juga menghindari konflik, tidak seperti demo penyampaian aspirasi pada umumnya yang selalu berujung konflik atau rusuh. fenomena meme yang sudah menjadi tren tiga tahun terakhir ini memang menjadi sesuatu yang dapat meneduhkan suasana panas yang sedang terjadi, berapa waktu yang lalu meme Haji Lulung menjadi sangat viral, seperti kita ketahui pada saat itu sedang heboh-hebohnya konflik Haji Lulung dengan Ahok. Banyak para kreator yang membuat meme dengan gambar haji lulung disertai dengan tulisan-tulisan yang lucu dan tidak masuk akal, hal itu membuat suasana yang tadinya panas menjadi teduh. Meme yang menjadi viral tidak hanya di media sosial tetapi di televisi itu berhasil membuat masyarakat terhibur.

 

 

 

Kesimpulan dan saran

 

Media sosial merupakan cara berkomunikasi modern yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat. Salah satu yang sering menjadi viral di media sosial adalah meme. Meme merupakan penyampaian suatu informasi, gagasan, kritik yang dimodifikasi ke dalam bentuk komunikasi visual (gambar).  Pembuatan meme biasanya tergantung pada keadaan sosial yang sedang terjadi atau yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Penyampaian kritik melalui meme yang dibuat oleh para anak-anak muda sangat efektif menghindari konflik atau kerusuhan tidak seperti demo-demo yang selalu berujung konflik atau kerusuhan, selain itu juga membuktikan bahwa anak-anak muda masih peka terhadap persoalan-persoalan yang sedang terjadi di indonesia. Meme sebagai proses komunikasi juga sangat menghibur serta masyarakat dapat mengetahui informasi baru secara tidak langsung mengenai fenomena sosial yang ada. Tetapi disisi lain, tidak pas rasanya jika meme digunakan sebagai ajang menjatuhkan seseorang serta menggunakan bencana alam atau musibah sebagai bahan membuat meme. Anak-anak muda yang kreatif seharusnya sudah paham akan hal itu. Tetapi keterbukaan media sosial untuk siapapun seringkali masih menghadirkan konten-konten yang tidak bermanfaat serta isu-isu sara yang membuat para pengguna sosial terprovokasi sehingga menyebabkan konflik. Dengan adanya meme seharusnya bisa menjadi alat penghibur sekaligus alat pengetahuan informasi karena meme dikemas dengan gambar dan tulisan-tulisan yang lucu. Meme yang ditujukan untuk mengkritik kebijakan-kebijakan para petinggi seharusnya juga disisipkan dengan saran agar dapat menampung aspirasi dari rakyat serta agar para petinggi juga tahu apa yang di inginkan oleh rakyatnya dan rakyat dapat melihat dari perubahan-perubahan apa yang sudah dibuat.

toleransi menurut pandangan islam

Toleransi Antar-Umat Beragama dalam Pandangan Islam

Oleh Ust. Syamsul Arifin Nababan

Pendahuluan

Toleransi (Arab: as-samahah) adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Toleransi, karena itu, merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama, termasuk agama Islam.

Dalam konteks toleransi antar-umat beragama, Islam memiliki konsep yang jelas. “Tidak ada paksaan dalam agama” , “Bagi kalian agama kalian, dan bagi kami agama kami”  adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam. Selain ayat-ayat itu, banyak ayat lain yang tersebar di berbagai Surah. Juga sejumlah hadis dan praktik toleransi dalam sejarah Islam. Fakta-fakta historis itu menunjukkan bahwa masalah toleransi dalam Islam bukanlah konsep asing. Toleransi adalah bagian integral dari Islam itu sendiri yang detail-detailnya kemudian dirumuskan oleh para ulama dalam karya-karya tafsir mereka. Kemudian rumusan-rumusan ini disempurnakan oleh para ulama dengan pengayaan-pengayaan baru sehingga akhirnya menjadi praktik kesejarahan dalam masyarakat Islam.

  1. Toleransi dalam Beragama/ hidup berdampingan dengan agama lain.

Yakni umat Islam dilarang untuk memaksa pemeluk agama lain untuk memeluk agama Islam secara paksa. Karena tidak ada paksaan dalam agama. Allah berfirman:

 

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Tidak ada paksaan dalam masuk ke dalam agama Islam, karena telah jelas antara petunjuk dari kesesatan. Maka barangsiapa yang ingkar kepada thoghut dan beriman kepada Alloh sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kuat yang tidak akan pernah putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( Qs. Al-Baqoroh : 256 )

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُسَيْطِرٍ

 

“Berilah peringatan, karena engkau ( Muhammad ) hanyalah seorang pemberi peringatan, engkau bukan orang yang memaksa mereka.” ( Qs. Al-Ghosyiyah : 21 -22 )

Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ter-sebut menjelaskan: Janganlah memaksa seorangpun untuk masuk Islam. Islam adalah agama yang jelas dan gamblang tentang se-mua ajaran dan bukti kebenarannya, sehingga tidak perlu memaksakan seseorang untuk ma-suk ke dalamnya. Orang yang mendapat hida-yah, terbuka, lapang dadanya, dan terang ma-ta hatinya pasti ia akan masuk Islam dengan bukti yang kuat. Dan barangsiapa yang buta mata hatinya, tertutup penglihatan dan pen-dengarannya maka tidak layak baginya masuk Islam dengan paksa.

Ibnu Abbas mengatakan “ayat laa ikraha fid din” diturunkan berkenaan dengan seorang dari suku Bani Salim bin Auf bernama Al-Husaini bermaksud memaksa kedua anaknya yang masih kristen. Hal ini disampaikan pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat tersebut .

Demikian pula Ibnu Abi Hatim meriwa-yatkan telah berkata bapakku dari Amr bin Auf, dari Syuraih, dari Abi Hilal, dari Asbaq ia berkata, “Aku dahulu adalah abid (hamba sahaya) Umar bin Khaththab dan beragama nasrani. Umar menawarkan Islam kepadaku dan aku menolak. Lalu Umar berkata: laa ikraha fid din, wahai Asbaq jika anda masuk Islam kami dapat minta bantuanmu dalam urusan-urusan muslimi

Defenisi

Toleransi secara bahasa bermakna sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dsb) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri1

kata tolerasi dalam bahasa Belanda adalah “tolerantie”, dan kata kerjanya adalah “toleran”. Sedangkan dalam bahasa Inggeris, adalah “toleration” dan kata kerjanya adalah “tolerate”.

Toleran mengandung pengertian: ber-sikap mendiamkan. Adapun toleransi adalah suatu sikap tenggang rasa kepada sesamanya.2 Indrawan WS. menjelaskan pengertian toleran adalah menghargai paham yang ber-beda dari paham yang dianutnya sendiri. Kesediaan untuk mau menghargai paham yang berbeda dengan paham yang dianutnya sendiri. 3

Sementara menurut istilah Sedangkan pengertian toleransi sebagai istilah budaya, sosial dan politik, ia adalah simbol kompromi beberapa kekuatan yang saling tarik-menarik atau saling berkonfrontasi untuk kemudian bahu-membahu membela kepentingan bersama, menjaganya dan memperjuangkannya. Demikianlah yang bisa kita simpulkan dari celotehan para tokoh budaya, tokoh sosial politik dan tokoh agama diberbagai negeri, khususnya di Indonesia . Maka toleransi itu adalah kerukunan sesama warga negara dengan saling menenggang berbagai perbedaan yang ada diantara mereka.

 

Sampai batas ini, toleransi masih bisa dibawa kepada pengertian syariah islamiyah. Tetapi setelah itu berkembanglah pengertian toleransi bergeser semakin menjauh dari batasan-batasan islam, sehingga cenderung mengarah kepada sinkretisme agama-agama berpijak dengan prinsip yang berbunyi “semua agama sama baiknya”. Prinsip ini menolak kemutlakan doktrin agama yang menyatakan bahwa kebenaran hanya ada didalam islam. Kalaupun ada perbedaan antara kelompok islam dengan kelompok non muslim, maka segere dikatakan bahwa perkara agama, adalah perkara yang sangat pribadi sehingga dalam rangka kebebasan, setiap orang merasa berhak berpendapat tentang agama ini, mana yang diyakini sebagai kebenaran 4

 

Lalu bagaimana Islam mendefenisikan Toleransi?

Secara bahasa arab  akan kita temukan kata yang mirip dengna arti toleransi yakni

“إختمال , تسمه ”  ikhtimal dan tasammuh yang artinya sikap membiarkan, lapang dada (samuha – yasmuhu – samhan, wasimaahan, wasamaahatan, artinya: murah hati, suka berderma) 5

Jadi toleransi (tasamuh) beragama adalah menghargai, dengan sabar menghor-mati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lain. Kesalahan memahami arti toleransi dapat mengakibatkan talbisul haq bil bathil, mencampuradukan antara hak dan batil, suatu sikap yang sangat terlarang dila-kukan seorang muslim, seperti halnya nikah antar agama yang dijadikan alasan adalah tole-ransi padahal itu merupakan sikap sinkretis yang dilarang oleh Islam.

Harus kita bedakan antara sikap toleran dengan sinkretisme. Sinkretisme adalah mem-benarkan semua keyakinan/agama. Hal ini dilarang oleh Islam karena termasuk Syirik.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam“. (QS. Ali Imran: 19)

Sinkretisme mengandung talbisul haq bil bathil (mencampurkan yang haq dengan yang bathil). Sedangkan toleransi tetap memegang prinsip al-furqon bainal haq wal bathil (me-milah/memisahkan antara haq dan bathil). Toleransi yang disalahpahami seringkali men-dorong pelakunya pada alam sinkretisme. Gambaran yang salah ini ternyata lebih do-minan dan bergaung hanya demi kepentingan kerukunan agama.

Dalam Islam tole-ransi bukanlah fata-morgana atau bersifat semu. Tapi memiliki dasar yang kuat dan tempat yang utama. Ada beberapa ayat di dalam Al-Qur’an yang bermuatan toleransi.

v   Konsep toleransi beragama dalam Islam

  1. Toleransi dalam keyakinan dan menjalankan peribadahan

Dari pengertian diatas konsep terpenting dalam toleransi Islam adalah menolak sinkretisme.

Yakni Kebenaran itu hanya ada pada Islam dan selain Islam adalah bathil. Allah Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya agama yang diridhoi disisi Allah hanyalah islam”.(Al-Imran: 19)

Barangsiapa yang mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) dari padanya, dan diakhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (Al-Imran: 85)

Kemudian Kebenaran yang telah diturunkan oleh Allah didunia ini adalah pasti dan tidak ada keraguan sedikitpun kepadanya. Dan kebenaran itu hanya ada di agama Allah Ta’ ala. ”

“Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka janganlah engkau termasuk kalangan orang yang bimbang.”( Al- baqarah :147 )

Kemudian Kebenaran Islam telah sempurna sehingga tidak bersandar kepada apapun yang selainnya untuk kepastiaan kebenarannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Pada hari ini Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku lengkapi nikmatku atas kalian dan Aku ridhoi islam sebagai agama kalian”. (Al-Maidah: 3)

 

Kaum mu’minin derajat kemuliaannya dan kehormatannya lebih tinggi daripada orang-orang kafir (non-muslim) dan lebih tinggi pula daripada orang-orang yang munafik (ahlul bid’ah) Allah menegaskan yang artinya “maka janganlan kalian bersikap lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (Al-Imran: 139)

Kaum muslimin dilarang ridho atau bahkan ikut serta dalam segala bentuk peribadatan dan keyakinan orang-orang kafir dan musyrikin hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya:

“Katakanlah: wahai orang-orang kafir, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah dan aku tidak menyembah apa yang kalian sembah dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku”. (Al-Kafirun: 1-6).

  1. Toleransi dalam Beragama/ hidup berdampingan dengan agama lain.

Yakni umat Islam dilarang untuk memaksa pemeluk agama lain untuk memeluk agama Islam secara paksa. Karena tidak ada paksaan dalam agama. Allah berfirman:

 

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Tidak ada paksaan dalam masuk ke dalam agama Islam, karena telah jelas antara petunjuk dari kesesatan. Maka barangsiapa yang ingkar kepada thoghut dan beriman kepada Alloh sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kuat yang tidak akan pernah putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( Qs. Al-Baqoroh : 256 )

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُسَيْطِرٍ

 

“Berilah peringatan, karena engkau ( Muhammad ) hanyalah seorang pemberi peringatan, engkau bukan orang yang memaksa mereka.” ( Qs. Al-Ghosyiyah : 21 -22 )

Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ter-sebut menjelaskan: Janganlah memaksa seorangpun untuk masuk Islam. Islam adalah agama yang jelas dan gamblang tentang se-mua ajaran dan bukti kebenarannya, sehingga tidak perlu memaksakan seseorang untuk ma-suk ke dalamnya. Orang yang mendapat hida-yah, terbuka, lapang dadanya, dan terang ma-ta hatinya pasti ia akan masuk Islam dengan bukti yang kuat. Dan barangsiapa yang buta mata hatinya, tertutup penglihatan dan pen-dengarannya maka tidak layak baginya masuk Islam dengan paksa.

Ibnu Abbas mengatakan “ayat laa ikraha fid din” diturunkan berkenaan dengan seorang dari suku Bani Salim bin Auf bernama Al-Husaini bermaksud memaksa kedua anaknya yang masih kristen. Hal ini disampaikan pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat tersebut .

Demikian pula Ibnu Abi Hatim meriwa-yatkan telah berkata bapakku dari Amr bin Auf, dari Syuraih, dari Abi Hilal, dari Asbaq ia berkata, “Aku dahulu adalah abid (hamba sahaya) Umar bin Khaththab dan beragama nasrani. Umar menawarkan Islam kepadaku dan aku menolak. Lalu Umar berkata: laa ikraha fid din, wahai Asbaq jika anda masuk Islam kami dapat minta bantuanmu dalam urusan-urusan muslimin.” 6

 

  1. Toleran dalam hubungan antar bermasyarakat dan bernegara.

Dalam hal ini terdapat beberapa hal konsep sikap toleran yang harus ditunjukan umat Islam yakni diantaranya:

  1. Kaum muslimin harus tetap berbuat adil walaupun terhadap orang-orang kafir dan dilarang mendhalimi hak mereka.

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari masjidil haram, mendorongmu berbuat aniaya kepada mereka. Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikandan taqwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan kemaksiatan dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah: 2)

  1. Orang-orang kafir yang tidak menyatakan permusuhan terang-terangan kepada kaum muslimin, dibolehkan kaum muslimin hidup rukun dan damai bermasyarakat, berbangsa dengan mereka. “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan  berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negrimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (8) “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negrimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim.” (Al-Mumtahanah: 8-9)

Artinya umat Islam diperbolehkan berbuat baik terhadap mereka, hidup bermasyakarat dan bernegara dengan mereka selama mereka berbuat baik dan tidak memusuhi umat Islam dan selama tidak melanggar prinsip-prinsip terpenting dalam Islam. Dan hal ini seperti yang dicontohkan Nabi Saw., dalam jual beli

 

Dari Jabir bin Abdullah Radliyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membeli onta dari dirinya, beliau menimbang untuknya dan diberatkan (dilebihkan). 7

 

Dari Abu Sofwan Suwaid bin Qais Radliyallahu ‘anhu dia berkata : “Saya dan Makhramah Al-Abdi memasok (mendatangkan) pakaian/makanan dari Hajar, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami dan belaiu membeli sirwal (celana), sedang aku memiliki tukang timbang yang digaji, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan tukang timbang tadi.

“Artinya : Timbanglah dan lebihkan !” 8

Nabi juga pernah memaafkan kesalahan orang kafir dan mendoakannya. Hal ini terjadi ketika setelah peperangan, yang paman beliau dibunuh kaum musyrikin, dan badannya dicincang-cincang, Nabi sendiri giginya pecah dan wajah beliau terluka, maka salah seorang shahabat meminta beliau untuk mendoakan keburukan bagi orang-orang musyrikin yang dzalim tersebut, namun beliau bersabda:

Ya Allah, ampunilah kaumku, seusngguhnya mereka tidak mengetahui.”9

Kemudian dapat dilihat pula bagaimana sikap Nabi dalam hal memutuskan.

 

Dari Abu Hurairah Radliyallahu anhu, bahwasanya ada seorang lelaki yang menagih Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam sembari bersikap kasar kepada beliau, maka para sahabat-pun hendak menghardiknya, beliau bersabda : “Biarkanlah dia, karena setiap orang punya hak untuk berbicara, belikan untuknya seekor onta lalu berikan kepadanya” Para sahabat berkata : “Kami tidak mendapatkan kecuali yang lebih bagus jenisnya!” Beliau bersabda : “Belikanlah dan berikan kepadanya karena sebaik-baik kalian adalah yang terbaik keputusannya10

v     Kesimpulan

Dari pemaparan diatas dapatlah kita tarik beberapa kesimpulan

–            Bahwa toleransi dalam Islam adalah toleransi sebatas menghargai dan menghormat pemeluk agama lain, tidak sampai pada sinkretisme.

–            Islam memiliki prinsip-prinsip dasar dalam toleransi ini, yakni menyatakan bahwa satu-satunya agama yang benar adalah Islam, Islam adalah agama yang sempurna, dan Islam dengan tegas menyatakn bahwa selain dari Islam tidak benar, atau salah. Dan sebagainya.

–            Toleransi Islam dalam hal beragama adalah tidak adanya paksaan untuk memeluk agama Islam.

–            Kemudian toleransi Islam terhadap hidup bermasyarakat dan bernegara, yakni islam membolekan hidup berdampingan dalam hal bermasyakat bernegara selama mereka tidak memusuhi dan tidak memerangi umat Islam. Dalam hal ini umat Islam diperintahkan berbuat baik dan menjaga hak-hak mereka dan sebagainya.

TOLERANSI DALAM ISLAM

Toleransi dalam Islam bukan berarti bersikap sinkretis. Pemahaman yang sinkretis dalam toleransi beragama merupakan kesalahan dalam memahami arti tasâmuh yang berarti menghargai, yang dapat mengakibat-kan pencampuran antar yang hak dan yang batil (talbisu al-haq bi al-bâtil), karena sikap sinkretis adalah sikap yang menganggap semua agama sama. Sementara sikap toleransi dalam Islam adalah sikap menghargai dan menghormati keyakinan dan agama lain di luar Islam, bukan menyamakan atau mensederajatkannya dengan keyakinan Islam itu sendiri.

Sikap toleransi dalam Islam yang berhubungan dengan akidah sangat jelas yaitu ketika Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah SAW. untuk mengajak para Ahl al-Kitab untuk hanya menyembah dan tidak menye-kutukan Allah swt.

 

  1. AYAT AL-QUR’AN & HADITS YANG MENJELASKAN TOLERANSI

 

  1. Q. S. Al-Kafirun(109) : 1-6

Artinya :

1)     Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir !

2)     Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,

3)     dan kamu bukan penyembah apa yang kamu sembah,

4)     dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

5)     dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah,

6)     Untukmu agamau, dan untukku agamaku.

 

 

 

PENERAPAN TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

  1. Tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain kerena tidak dibenarkan oleh agama dan akal sehat ;
  2. Sabar dalam menghadapi sikap orang-orang yang mendustakan Islam, sebagaimana rasul terdahulu ;
  3. Bersahaja dalam melaksanakan dakwah, tidak mengikuti jalan pikiran objek dakwah ;
  4. Bebas menjalin hubungan dengan non muslim selama tidak menyangkut masalah akidah dan ibadah.

 

  1. HIKMAH BERTOLERANSI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
  2. Menghargai kepada sesama ciptaan Allah SWT.
  3. Menghindari terjadinya perpecahan.
  4. Memperkokoh silaturahmi dan menerima perbedaan.
  5. Tenggang rasa dan suka menolong kepada orang lain.
  6. Menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

Agama Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan. Kedalian bagi siapa saja, yaitu menempatkan sesuatu sesuai tempatnya dan memberikan hak sesuai dengan haknya. Begitu juga dengan toleransi dalam beragama. Agama Islam melarang keras berbuat zalim dengan agama selain Islam dengan merampas hak-hak mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Sumber: http://muslim.or.id/23967-bukti-toleransi-islam-terhadap-agama-lainnya.html

Toleransi Dalam Pandangan Islam

Saling menghargai dalam iman dan keyakinan adalah konsep Islam yang amat komprehensif. Konsekuensi dari prinsip ini adalah lahirnya spirit taqwa dalam beragama. Karena taqwa kepada Allah melahirkan rasa persaudaraan universal di antara umat manusia. Abu Ju’la  dengan amat menarik mengemukakan, “Semua makhluk adalah tanggungan Allah, dan yang paling dicintainya adalah yang paling bermanfaat bagi sesama tanggungannya”.

Selain itu, hadits Nabi tentang persaudaraan universal juga menyatakan, “irhamuu man fil ardhi yarhamukum man fil samā” (sayangilah orang yang ada di bumi maka akan sayang pula mereka yang di langit kepadamu).  Persaudaran universal adalah bentuk dari toleransi yang diajarkan Islam. Persaudaraan ini menyebabkan terlindunginya hak-hak orang lain dan diterimanya perbedaan dalam suatu masyarakat Islam. Dalam persaudaraan universal juga terlibat konsep keadilan, perdamaian, dan kerja sama yang saling menguntungkan serta menegasikan semua keburukan.

Fakta historis toleransi juga dapat ditunjukkan melalui Piagam Madinah.  Piagam ini adalah satu contoh mengenai prinsip kemerdekaan beragama yang pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhamad SAW pada awal pembangunan Negara Madinah. Di antara butir-butir yang menegaskan toleransi beragama adalah sikap saling menghormati di antara agama yang ada dan tidak saling menyakiti serta saling melindungi anggota yang terikat dalam Piagam Madinah.

Contoh lain wujud toleransi Islam kepada agama lain diperlihatkan oleh Umar bin Khattab.  Umar membuat sebuah perjanjian dengan penduduk Yerussalem, setelah kota suci itu ditaklukan oleh kaum Muslimin.

Di sini, saling tolong-menolong di antara sesama umat manusia muncul dari pemahaman bahwa umat manusia adalah satu kesatuan, dan akan kehilangan sifat kemanusiaannya bila mereka menyakiti satu sama lain. Tolong-menolong, sebagai bagian dari inti toleransi, menjadi prinsip yang sangat kuat di dalam Islam.

Namun, prinsip yang mengakar paling kuat dalam pemikiran Islam yang mendukung sebuah teologi toleransi adalah keyakinan kepada sebuah agama fitrah, yang tertanam di dalam diri semua manusia, dan kebaikan manusia merupakan konsekuensi alamiah dari prinsip ini.

Dalam konteks toleransi antar-umat beragama, Islam memiliki konsep yang jelas. “Tidak ada paksaan dalam agama”, “Bagi kalian agama kalian, dan bagi kami agama kami”  (QS. Al-Kafirun:6) adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam.

Dalam hubungannya dengan orang-orang yang tidak seagama, Islam mengajarkan agar umat Islam berbuat baik dan bertindak adil.  Selama tidak berbuat aniaya kepada umat Islam.  Al-Qur’an juga mengajarkan agar umat Islam mengutamakan terciptanya suasana perdamaian, hingga timbul rasa kasih sayang diantara umat Islam dengan umat beragama lain.  Kerjasama dalam bidang kehidupan masyarakat seperti penyelenggaraan pendidikan, pemberantasan penyakit sosial, pembangunan ekonomi untuk mengatasi kemiskinan, adalah beberapa contoh kerja sama yang dilakukan antara umat Islam dengan umat beragama lain.

Namum perlu ditegaskan lagi, toleransi tidak dapat disama artikan dengan mengakui kebenaran semua agama dan tidak pula dapat diartikan kesediaan untuk mengikuti ibadat-ibadat agama lain.  Toleransi harus dibedakan dari komfromisme, yaitu menerima apa saja yang dikatakan orang lain asal bisa menciptakan kedamaian dan kebersamaan.

Toleransi menurut Syekh Salim bin Hilali memiliki karakteristik sebagai berikut, yaitu antara lain:

  1. Kerelaan hati karena kemuliaan dan kedermawanan
  2. Kelapangan dada karena kebersihan dan ketaqwaan
  3. Kelemah lembutan karena kemudahan
  4. Muka yang ceria karena kegembiraan
  5. Rendah diri dihadapan kaum muslimin bukan karena kehinaan
  6. Mudah dalam berhubungan sosial (mu’amalah) tanpa penipuan dan kelalaian
  7. Menggampangkan dalam berda’wah ke jalan Allah tanpa basa basi
  8. Terikat dan tunduk kepada agama Allah SWT tanpa rasa keberatan

Selanjutnya, menurut Salin al-Hilali karakteristik tersebut merupakan:

  1. Inti Islam
  2. Seutama iman,
  3. Puncak tertinggi budi pekerti (akhlaq).

 

Dalam konteks ini Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Sebaik-baik orang adalah yang memiliki hati yang mahmum dan lisan yang jujur”, ditanyakan: “Apa hati yang mahmum itu?” Jawabnya : “Adalah hati yang bertaqwa, bersih tidak ada dosa, tidak ada sikap melampui batas dan tidak ada rasa dengki”. Ditanyakan: “Siapa lagi (yang lebih baik) setelah itu?”. Jawabnya : “Orang-orang yang membenci dunia dan cinta akhirat”. Ditanyakan : “Siapa lagi setelah itu?”. Jawabnya: “Seorang mukmin yang berbudi pekerti luhur.”

Dasar-dasar al-Sunnah (Hadis Nabi) tersebut dikemukakan untuk menegaskan bahwa toleransi dalam Islam itu sangat komprehensif dan serba-meliputi, baik lahir maupun batin. Toleransi, karena itu, tak akan tegak jika tidak lahir dari hati, dari dalam. Ini berarti toleransi bukan saja memerlukan kesediaan ruang untuk menerima perbedaan, tetapi juga memerlukan pengorbanan material maupun spiritual, lahir maupun batin. Di sinilah, konsep Islam tentang toleransi (as-samahah) menjadi dasar bagi umat Islam untuk melakukan mu’amalah (hablum minan nas) yang ditopang oleh kaitan spiritual kokoh (hablum minallāh).

Kesalahan memahami arti toleransi dapat mengakibatkan talbisul haqbil bathil (mencampuradukan antara hak dan bathil) yakni suatu sikap yang sangat dilarang dilakukan oleh seorang muslim, seperti halnya menikah antar agama dengan toleransi sebagai landasannya.  Sebagaimana yang telah dijelaskan diayat Al-Quran dibawah ini, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”. (QS.Ali Imran: 19)

Secara umum, konsep tasamuh mengandung makna kasih sayang (ar-Rahmah), keadilan (al-‘Adalah), keselamatan (al-salam), dan ketauhidan (al-Tauhid). Konsep-konsep dasar inilah yang mengikat makna tasamuh dalam Islam. Dan masing-masing konsep tidak dapat dipisahkan karena semuanya memiliki makna yang saling terkait. Konsep tersebut merupakan ciri khas Islam yang mampu membedakan toleransi perspektif Islam dengan lainnya. Oleh karena itu, hendaknya pendidikan toleransi beragama diarahkan kepada konsep-konsep dasar (perspektif Islam) tersebut.

Manfaat dari Toleransi

Manfaat-manfaat yang diperoleh dari sikap toleransi antara lain:

  1. Menghindari terjadinya perpecahan

Bersikap toleran merupakan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama. Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan dalam wujud interaksi sosial. Toleransi dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak adanya dengan eksisnya berbagai agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia ini.

Dalam kaitanya ini Allah telah mengingatkan kepada umat manusia dengan pesan yang bersifat universal, berikut firman Allah SWT:

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali.”(As-Syuro:13)

”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Al-Imran:103)

Pesan universal ini merupakan pesan kepada segenap umat manusia tidak terkecuali, yang intinya dalam menjalankan agama harus menjauhi perpecahan antar umat beragama maupun sesama umat beragama.

 

  1. Memperkokoh silaturahmi dan menerima perbedaan

 

Salah satu wujud dari toleransi hidup beragama adalah menjalin dan memperkokoh tali silaturahmi antarumat beragama dan menjaga hubungan yang baik dengan manusia lainnya. Pada umumnya, manusia tidak dapat menerima perbedaan antara sesamanya, perbedaan dijadikan alasan untuk bertentangan satu sama lainnya. Perbedaan agama merupakan salah satu faktor penyebab utama adanya konflik antar sesama manusia.

Merajut hubungan damai antar penganut agama hanya bisa dimungkinkan jika masing-masing pihak menghargai pihak lain. Mengembangkan sikap toleransi beragama, bahwa setiap penganut agama boleh menjalankan ajaran dan ritual agamanya dengan bebas dan tanpa tekanan. Oleh karena itu, hendaknya toleransi beragama kita jadikan kekuatan untuk memperkokoh silaturahmi dan menerima adanya perbedaan. Dengan ini, akan terwujud perdamaian, ketentraman, dan kesejahteraan.

  1. Memuaskan batin orang lain karena dapat mengambil haknya sebagaimana mestinya.
  2. Kepuasan batin yang tercermin dalam raut wajahnya menjadikan semakin eratnya hubungan persaudaraan dengan orang lain.
  3. Eratnya hubungan baik dengan orang lain dapat memperlancar terwujudnya kerjasama yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
  4. Dapat memperluas kesempatan untuk memperoleh rezeki karena banyak relasi.

 

 

 

  1. Akibat Toleransi Diabaikan

Hal-hal yang dapat terjadi apabila toleransi di dalam masyarakat diabaikan adalah :

  1. Menimbulkan konflik di dalam masyarakat dikarenakan tidak adanya saling menghormati satu sama lain.  Yang paling membahayakan dari konfllik adalah menyebabkan lahirnya kekerasan dan adanya korban, dan hal ini dapat berpengaruh pada keamanan dan stabilitas suatu negara.
  2. Semakin maraknya pelanggaran HAM.  Hal ini disebabkan oleh reduksi universalitas agama yang mengakibatkan agama tersekat dalam tempurung yang sempit dan mewujudkan angan-angan tersendiri bagi pengikutnya bisa dalam bentuk fanatisme sempit yang tidak rasional bahkan menimbulkan ketakutan terhadap agama atau kelompok yang bisa terkespresi dengan perilaku melanggar HAM.

 

laporan kunjungan ke Griya PMI Peduli

Laporan Kunjungan Ke Griya PMI

Jum’at, 18 November 2016 saya bersama teman-teman satu kelas Advertising’2016 melakukan kunjungan di Panti Jompo Griya PMI yang bertempat di Mojosongo. Ada sekitar kurang lebih 150 orang tua yang tinggal dengan 3 karyawan yang mengurus di Panti Jompo tersebut. Rata-rata kebanyakan mereka ditemukan dijalanan oleh Petugas PMI atau Satpol PP. Para petugas itu mengetahui keberadaan mereka melalui masyarakat ataupun para relawan. Setelah petugas mengetahui keberadaan orang tua yang hidupnya terlantar dan kurang mampu, mereka tidak langsung menyiduk dan menaruhnya di Panti Jompo. Melainkan para petugas sebelumnya mensurvei / mengawasi terlebih dahulu untuk memastikan orang tua tersebut benar-benar hidupnya terlantar kurang mampu/miskin. Para orang tua dan lansia yang ada di Panti Jompo Griya PMI tidak hanya diam saja tetapi mereka melakukan aktifitas yang sudah terjadwal dari hari senin hingga minggu. Berikut jadwal aktifitas yang dilakukan oleh para orang tua atau lansia yang ada di panti jompo griya PMI :

HARI KEGIATAN JAM
SENIN KAJIAN 08.30 – 10.00
SELASA SENAM SEHAT 07.00 – 08.00
RABU SENAM SEHAT 07.00 – 08.00
KAMIS KAJIAN 08.30 – 10.00
JUM’AT JALAN SEHAT 07.00 – 08.30
SABTU BELAJAR KETRAMPILAN 08.30 – 10.30

 

Kegiatan yang dilakukan tersebut sama sekali tidak menggangu warga disekitar Panti Jompo Griya PMI, justru warga sekitar sangat mendukung kegiatan tersebut dengan ikut melakukan jalan sehat bersama para orang tua atau lansia.

Ada satu kisah seorang ibu yang bernama ibu Tatik, ia masih sehat tetapi harus tinggal di Panti Jompo lantaran dibuang oleh keluarganya sendiri karena masalah warisan. Kakak dan adiknya sudah sukses sebagai seorang dokter, tetapi ibu Tatik yang mengurus orang tua nya hingga meninggal yang akhirnya mendapatkan warisan tanah tersebut harus diganggu oleh adik dan kakaknya yang hidupnya sudah mapan. Pada akhirnya, ibu Tatik di buang oleh keluarganya sendiri dan hidup di Panti Jompo. Hidupnya sekarang lebih tenang dan bahagia.

Biaya sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan para orang tua dan lansia didapat dari dana sumbangan PMI peduli, selain itu ada juga para orang tua/lansia yang sengaja dititipkan oleh keluarganya karena dengan alasan sudah tidak mampu mengurus atau sudah tidak ada waktu mengurusnya, rata-rata mereka yang menitipkan orang tua/lansia memberikan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Orang tua/lansia yang sengaja dititipkan mendapatkan tempat VIP. Tetapi pada saat saya dan teman-teman mengunjungi Panti Jompo Griya PMI beberapa waktu yang lalu, sudah tidak ada yang sengaja menitipkan orang tua/lansia. Terakhir sekitar 2minggu yang lalu pada saat saya berkunjung, tetapi sudah meninggal dan di ambil oleh keluarganya.  Orang tua/lansia yang sengaja dititipkan mendapatkan tempat VIP

laporan iklan Radio

Group :

  1. Galih Probo W ( D1316011)
  2. Luthfi Arifiadi A ( D1316016)
  3. Saifudin ( D1316032)
  4. Winda Hartiyanti ( D1316036)

 

RIA RADIO ADVERTISEMENT

According to our personal observations which ads appear on Ria Radio as

 

 

NO ADVERTISEMENT FREQUENCY
1 Hotel Alila (New Year Event) 2
2 Cleanist Grosir 4
3 PT Conimex Indonesia 2
4 Citra Net Solo 4
5 Wifi ID Corner 5
6 Samsa Online 3
7 Conicer Minyak Telon 2
8 Amnesty Pajak 1
9 Hotel Agra 1

 

 

 

 

format iklan televisi

FORMAT IKLAN TELEVISI

Rancangan untuk iklan di media ini, disamping memuat pesan iklan yang verbal untuk diperdengarkan, juga memuat visual (gambar) untuk diperlihatkan kepada pemirsa. Oleh karena itu, rancangan iklan televisi, memuat:

  1. Script yang terdiri dari dua kolom.
  2. Satu kolom sebelah kiri dibuat untuk melukiskan rentetan adegan. Kolom kiri ini disebut dengan judul visual atau video.
  3. Kolom sebelah kanan dibuat untuk menjelaskan suara apa saja yang harus atau akan terdengar pada saat visual ditampilkan. Script ini merupakan panduan untuk membuat storyboard.
  4. Gambar

Gambar yang ditampilkan produk yang ditawarkan, gambar orang, kartun, maupun adegan lain sesuai dengan jalannya cerita yang tertera dalam script.

Rancangan iklan televisi yang memuat script dan gambar inilah yang disebut dengan storyboard. Stor board ini merupakan panduan bagi film director atau sutradara pada saat shooting dilaksanakan. Gambar-gambar dalam storyboard menggambarkan lajur visual dalam script.  Sedangkan teks (yang dalam storyboard biasanya ditulis di bawah atau disamping gambar) melukiskan kolom atau  lajur audio/sound dalam script.

Menulis script sebaiknya jangan terlalu rinci dalam hal teknik pengambilan gambar, agar tidak membatasi kebebasan sutradara atau kameraman dalam melakukan pengambilan gambar. Gambar-gambar yang ada pada storyboard hanyalah key frames (gambar utama dari serangkaian adegan)

Dalam satu detik, film bergerak terdiri dari 24 -25 frame. Tidak mungkin strory board dibuat untuk memenuhi tuntutan tersebut. Jumlah 24-25 frame tersebut disebut kecepatan normal untuk mata manusia. Bila kurang dari jumlah tersebut, hasil filmnya akan menjadi film berkecepatan lamban (slow motion).  Jika kebetulan copywriter memang menguasai bidang kamera, sebaiknya dibicarakan secara lisan dengan sutradara.

Memang idealnya, seorang copywriter iklan televisi — mengenal atau mempelajari bagaimana membuat film. Dia harus tahu teknik dasar menggunakan kamera (termasuk istilah-istilahnya) agar mampu meningkatkan kreativitas dalam menciptakan film iklan. Kecuali itu, pengetahuan ini diperlukan agar nantinya ketika storyboard itu diproduksi, ia dapat mengerti penjelasan dari sutradara dan biasa berkomunikasi dengan kameraman di lapangan. Bahkan sampai hasil shooting itu diedit, ia mampu berdiskusi dengan editor film.

 

 

karakteristik iklan televisi

KARAKTERISASI IKLAN TELEVISI

Televisi merupakan media audiovisual sehingga penonton dapat melihat produk yang diiklankan di  televisi secara maksimal. Dengan demikian, iklan di televisi mempunyai karakteristik sebagi berikut.

  1. Pesan dari produk dapat dikomunikasikan secara total, yaitu audio, visual, dan gerak. Hal ini mampu menciptakan kelenturan bagi pekerja kreatif untuk mengkombinasikan gerakan, kecantikan, suara, warna, drama, humor, dan lain-lain.

 

  1. Iklan di televisi memiliki sarana paling lengkap untuk eksekusi
  2. Iklan ditayangkan secara sekelebat.

Simaklah iklan televisi berikut ini. Unsur audio, visual, dan gerak digunakan secara maksimal dalam iklan tersebut. Selain itu, jika tidak di ulang kita mungkin tidak begitu mengerti iklan tersebut. Apalagi jika kita menontonnya sambil lalu. Itulah karakeristik iklan di televisi: hanya sekelebat ditayangkan. Untuk itu, iklan di televisi di ulang berkali-kali.